Jakarta,Babasal-news.com ada 13 Juni 2026 – Bank Dunia menilai perekonomian Indonesia masih menunjukkan kinerja yang positif dengan pertumbuhan yang relatif stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun, lembaga internasional tersebut mengingatkan bahwa ruang fiskal pemerintah semakin menyempit sehingga diperlukan pengelolaan anggaran yang lebih hati-hati dan efisien.
Dalam laporan terbarunya, Bank Dunia menyebutkan bahwa konsumsi rumah tangga, investasi, serta aktivitas ekonomi domestik masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Stabilitas sektor keuangan dan inflasi yang terkendali juga dinilai turut mendukung ketahanan ekonomi nasional.
Meski demikian, Bank Dunia menyoroti meningkatnya tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Berbagai kebutuhan belanja pemerintah, mulai dari pembangunan infrastruktur, program sosial, hingga pembiayaan program prioritas nasional, dinilai berpotensi mempersempit ruang fiskal dalam beberapa tahun ke depan.
Kondisi tersebut menuntut pemerintah untuk terus menjaga keseimbangan antara kebutuhan belanja negara dan keberlanjutan fiskal. Optimalisasi penerimaan negara, peningkatan efektivitas belanja, serta reformasi kebijakan fiskal menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.
Bank Dunia juga menekankan pentingnya mendorong produktivitas, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan memperkuat iklim investasi guna mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Pemerintah Indonesia sendiri menyatakan akan terus menjaga disiplin fiskal sembari memastikan berbagai program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat tetap berjalan sesuai target.
Dengan berbagai tantangan global yang masih berlangsung, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Namun, pengelolaan fiskal yang prudent dan terukur akan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional ke depan.







