Babasal-news.com 18/06/2026  Aktivitas buruh di Pelabuhan Banggai kembali menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah penumpang mengeluhkan sikap buruh pelabuhan yang dinilai tidak memberikan kebijakan ataupun toleransi saat penumpang mengalami kekurangan biaya untuk pembayaran jasa angkut motor.

 

Keluhan tersebut muncul setelah adanya penarikan biaya sebesar Rp100 ribu untuk satu unit sepeda motor. Menurut penumpang, saat meminta keringanan biaya karena keterbatasan uang, para buruh justru tetap bersikeras dengan tarif yang telah ditentukan tanpa mempertimbangkan kondisi masyarakat.

 

“Di saat kami selaku penumpang kekurangan biaya dan meminta dikurangi, mereka tetap ngotot. Bahkan mereka menyampaikan, ‘lapor saja di mana’,” ungkap salah satu penumpang dengan nada kecewa.

 

Sikap tersebut dinilai mencerminkan kurangnya empati terhadap masyarakat kecil yang sedang membutuhkan bantuan dan pengertian. Penumpang berharap ada perhatian dari pihak terkait, termasuk pengelola pelabuhan maupun pemerintah daerah, agar persoalan tarif dan pelayanan buruh pelabuhan dapat ditertibkan.

 

Masyarakat juga meminta adanya aturan resmi terkait standar biaya angkut kendaraan di pelabuhan agar tidak terjadi kesan tarif ditentukan sepihak dan memberatkan penumpang.

 

Hingga kini, persoalan tersebut terus menjadi perbincangan di kalangan warga pengguna jasa pelabuhan Banggai.