Luwuk, Babasal-news.com 12/06/2026 Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar Manajemen Tanggap Darurat Bencana (MTDB) Kabupaten Banggai pada Jumat (12/6/2026) di Aula Asrama BKPSDM.

 

MTDB bertujuan untuk meningkatkan ketepatan, kecekatan, & koordinasi dalam situasi tanggap darurat di jajaran Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banggai serta meningkatkan profesionalisme PMI dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

 

MTDB ini juga dimaksudkan untuk menambah pengetahuan sumber daya manusia PMI dalam bidang penanggulangan bencana serta meningkatkan pelayanan PMI dalam suasana tanggap darurat bencana.

 

Pada pembukaan kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Banggai yang diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Faisal Karim, S.Sos., M.Si., Plt. Kepala BPBD, Kadis Damkar & Penyelamatan, Plt. Sekretaris BKPSDM, Sekretaris PMI Prov. Sulteng, Ketua PMI Kabupaten Banggai, dan Perwakilan Pos SAR Luwuk.

 

MTDB ini dilaksanakan sejak 11-14 Juni 2026 dengan diikuti oleh utusan PMI Kecamatan di seluruh Kabupaten Banggai, KSR Markas & Perguruan Tinggi yang ada di Luwuk, dengan jumlah total peserta sebanyak 25 orang.

 

Ketua PMI Kabupaten Banggai Drs. H. Fuad Muid dalam sambutannya menyampaikan pihaknya ingin mencetak generasi muda khususnya Relawan PMI agar memiliki pengetahuan terkait mitigasi dan manajemen tanggap darurat bencana sehingga dapat berperan aktif pada saat terjadi bencana.

 

Adapun fasilitator yang akan memberikan materi MTDB ialah Sekretaris PMI Sulteng, Ketua PMI Banggai, Kepala Pos SAR Luwuk, Kepala BPBD Banggai, Kadinkes Banggai, dan Kepala Kantor BMKG Banggai.

 

Bupati Banggai dalam hal ini diwakili oleh Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Faisal Karim, http://S.Sos., http://M.Si. pada sambutan tertulisnya menyebut Kabupaten Banggai merupakan daerah yang memiliki potensi kerawanan bencana yang cukup beragam.

 

“Kondisi geografis, perubahan iklim, serta dinamika lingkungan, mengharuskan kita semua untuk meningkatkan kesiapsiagaan,” ujarnya.

 

Bupati menyampaikan MTDB ini memiliki peran strategis yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta, serta membangun sistem yang terkoordinasi, efektif, dan profesional dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

 

Bupati meyakini bahwa relawan PMI merupakan garda terdepan dalam misi kemanusiaan. Kehadiran relawan yang terlatih, tangguh, & memiliki kompetensi yang mumpuni akan sangat menentukan keberhasilan penanganan bencana, mulai dari tahap kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.

 

Mengakhiri sambutannya, Bupati berpesan, penanggulangan bencana bukan tugas satu lembaga, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi, koordinasi, & solidaritas dari seluruh pihak. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial merupakan jati diri bangsa Indonesia yang harus terus terpelihara dalam setiap langkah pelayanan kemanusiaan.

 

*Tim Liputan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, & Persandian (DKISP) Kabupaten Banggai.