LUWUK UTARABabasal-news.com 13/04/2026 Semangat membangun Indonesia dari pinggiran semakin nyata terasa di Kabupaten Banggai. Pada Senin, 13 April, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., melakukan kunjungan kerja strategis ke Desa Lenyek, Kecamatan Luwuk Utara. Kehadiran tokoh nasional ini disambut hangat oleh ratusan warga yang memadati area wisata Padang Bola dengan antusiasme tinggi.

 

Kunjungan ini bukan sekedar seremoni formal, melainkan bentuk dukungan nyata pemerintah pusat terhadap konsep pengembangan desa tematik. Desa Lenyek, yang kini mulai dikenal sebagai “Desa Buah Naga”, menjadi simbol inovasi lokal yang mampu mengintegrasikan sektor pertanian dengan daya tarik pariwisata pedesaan yang asri.

 

Didampingi oleh Bupati Banggai beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Menteri Yandri Susanto menyaksikan langsung bagaimana sinergi antara masyarakat dan pemerintah daerah telah mampu mengubah wajah desa. Dalam sambutannya, beliau memuji langkah berani Desa Lenyek yang berfokus pada komoditas unggulan sebagai identitas wilayah.

 

Menteri Yandri menegaskan bahwa setiap desa di Indonesia memiliki karakteristik unik yang harus digali secara optimal. Menurutnya, Desa Lenyek telah berhasil menemukan “ruh” pembangunannya melalui budidaya buah naga yang dipadukan dengan pengelolaan wisata alam. Hal ini dipandang sebagai langkah konkret dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan pendapatan asli desa (PADes).

 

Area wisata Padang Bola yang menjadi pusat lokasi pertemuan, disulap menjadi ruang dialog interaktif antara pemerintah dan masyarakat. Di tempat ini, Menteri melihat potensi besar pemanfaatan lahan desa yang dikelola secara kolektif untuk kepentingan ekonomi kreatif. Beliau berharap fasilitas wisata ini terus dikembangkan tanpa meninggalkan kearifan lokal.

 

Lebih lanjut, H. Yandri Susanto memaparkan bahwa Kementerian Desa akan terus mendorong pemberian insentif dan pendampingan teknis bagi desa-desa yang memiliki visi tematik yang jelas. Beliau menginginkan agar keberhasilan Desa Lenyek dalam membudidayakan buah naga dapat direplikasi oleh desa-desa lain dengan komoditas yang berbeda sesuai keunggulan geografis masing-masing.

 

Bupati Banggai yang turut mendampingi, menyatakan rasa bangganya atas perhatian khusus yang diberikan oleh Menteri Desa. Menurut Bupati, kunjungan ini menjadi suplemen semangat bagi jajaran pemerintah kabupaten untuk memastikan program pemberdayaan masyarakat desa berjalan selaras dengan kebijakan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.

 

Di sela-sela kunjungannya, Menteri juga sempat berinteraksi dengan para petani lokal dan pengelola BUMDes. Beliau mendengarkan aspirasi mengenai tantangan distribusi hasil panen serta kebutuhan akan infrastruktur pendukung yang lebih memadai demi menjaga stabilitas harga buah naga di pasaran lokal maupun nasional.

 

Menteri Yandri mengingatkan bahwa kunci keberlanjutan desa tematik terletak pada kemandirian masyarakatnya. Beliau berpesan agar warga Desa Lenyek tetap konsisten menjaga kualitas produksi dan terus berinovasi dalam hal pengemasan serta pemasaran, sehingga buah naga dari Luwuk Utara memiliki daya saing yang tinggi.

 

Aspek gotong royong warga Desa Lenyek juga menjadi sorotan dalam kunjungan tersebut. Menteri melihat bahwa sambutan meriah dari warga merupakan cermin dari harmonisasi hubungan antara pemimpin dan rakyat, yang menjadi modal sosial paling berharga dalam menyukseskan program pembangunan daerah tertinggal.

 

Dalam perspektif yang lebih luas, kunjungan ini menandai babak baru bagi pariwisata di Kabupaten Banggai. Dengan dukungan penuh dari kementerian, Desa Lenyek diproyeksikan menjadi salah satu destinasi agrowisata unggulan yang mampu menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara, yang rindu akan suasana pedesaan yang produktif.

 

Menutup rangkaian agenda di Padang Bola, Menteri Yandri Susanto melakukan peninjauan langsung ke lahan perkebunan buah naga. Beliau tampak antusias mengamati teknik penanaman yang dilakukan warga dan memberikan apresiasi atas ketekunan mereka dalam mengelola alam secara berkelanjutan.

 

Kegiatan kunjungan kerja ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus mengawal transformasi desa menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Dengan semangat “Bangun Desa, Bangun Indonesia”, Desa Lenyek kini berdiri tegak sebagai bukti bahwa inovasi dari pelosok mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.