Jakarta,BABASAL-NEWS.com 09/06/2026 –** Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menunjukkan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Berdasarkan hasil survei Dewan Ekonomi Nasional (DEN), sebanyak 86,9 persen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG telah menggandeng pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal sebagai pemasok kebutuhan pangan.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya peserta didik, tetapi juga mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, pedagang, dan pelaku UMKM setempat.
Dengan keterlibatan UMKM lokal, kebutuhan bahan pangan untuk program MBG dapat dipenuhi dari rantai pasok yang lebih dekat dan berkelanjutan. Hal ini turut membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan pelaku ekonomi lokal, serta memperkuat ketahanan pangan di berbagai daerah.
DEN menilai pola kemitraan antara SPPG dan UMKM lokal menjadi salah satu indikator penting bahwa program MBG mulai memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain membantu meningkatkan kualitas gizi penerima manfaat, program ini juga berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan aktivitas ekonomi di tingkat daerah.
Pemerintah berharap sinergi antara SPPG dan UMKM terus diperkuat agar manfaat program MBG dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, program ini diharapkan mampu menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia.
Ke depan, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari aspek kesehatan dan gizi, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut mampu memberdayakan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.







